Tampilkan postingan dengan label Kesehatan Manusia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan Manusia. Tampilkan semua postingan

Selasa, 22 November 2011

Keju Bisa Membuat Jantung Anda Sehat....!

share

Headline

duniabnovos.blogspot.com, Jakarta - Sebuah penelitian menyebutkan bahwa keju yang diklaim memiliki kadar lemak dan menyebabkan kolestrol tinggi ternyata baik untuk kesehatan jantung. Bagaimana bisa?

Berbeda dengan kebanyakan dokter dan ahli gizi yang menganjurkan untuk menghindari semua lemak hewani untuk memangkas tingkat kolesterol.
Para ilmuwan dari Denmark justru melaporkan bahwa keju sepertinya tak terlalu buruk terhadap kolesterol, dan mungkin tidak harus dikelompokkan dalam kategori yang sama dengan mentega.
Tingginya kolesterol dalam tubuh menjadi cikal bakal terkena risiko penyakit jantung. Untuk tetap menjaga kesehatan jantung, tak ada salahnya mulai kini Anda mengonsumsi keju.
Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan dalam American Journal of Clinical Nutrition menemukan bahwa orang yang makan seporsi keju setiap hari selama enam minggu memiliki tingkat kolesterol jahat (LDL) yang lebih rendah, daripada saat mereka mengonsumsi mentega sebagai pembanding.
Orang yang makan keju juga tidak mengalami kenaikan kolesterol jahat (LDL) selama masa penelitian walaupun mereka tetap makan makanan lainnya yang biasa dikonsumsi.
"Keju menurunkan kolesterol LDL ketika dibandingkan dengan kontribusi lemak yang sama pada mentega dan tidak meningkatkan kolesterol LDL saat dibandingkan dengan makanan yang biasa dikonsumsi," tulis Julie Hjerpsted dan koleganya dari University of Copenhagen.
Penelitian ini melakukan survei terhadap 50 orang. Setiap orang menjalani diet yang terkontrol dan mengonsumsi keju atau mentega setiap hari. Peneliti memberikan setiap orang seporsi mentega atau keju, yang keduanya terbuat dari susu sapi, yang setara dengan 13% konsumsi energi harian dari lemak.
Selama rentan waktu 6 minggu, setiap partisipan makan jumlah keju atau mentega yang sama, dan dipisahkan oleh masa pembersihan 14 hari di mana mereka kembali ke makanan normal mereka.
Meskipun partisipan makan lebih banyak lemak hewani daripada makanan normal mereka, partisipan yang makan keju tidak menunjukkan peningkatan kolesterol LDL. Sementara mereka yang makan mentega mengalami kenaikan rata-rata 7 persen tingkat kolesterol LDL.
Peneliti pun berspekulasi bahwa ada beberapa alasan yang menyebabkan keju memiliki dampak yang berbeda dibandingkan mentega.
Keju kaya akan kalsium yang telah terbukti meningkatkan jumlah lemak yang dikeluarkan oleh saluran pencernaan. Selain itu, besarnya jumlah protein dalam keju dan proses fermentasi keju, ternyata mempengaruhi terhadap cara cerna tubuh dibandingkan dengan mentega.

Sumber : http://gayahidup.inilah.com/read/detail/1797059/ingin-jantung-anda-sehat-makan-keju

Ini Dia Gejala Awal Stroke di Rumah

share


Headline

duniabnovos.blogspot.com, Jakarta - Stroke atau penyakit pembuluh darah otak adalah suatu penyakit yang ditandai dengan pembuluh darah di otak tiba-tiba tersumbat atau pecah, sehingga menyebabkan kematian jaringan otak.
Jika Anda memiliki satu atau beberapa dari tanda-tanda atau gejala berikut, bahkan meskipun hanya sesaat, bisa jadi Anda memiliki risiko terkena stroke. Ini termasuk kehilangan penglihatan secara tiba-tiba, merasa lemah pada wajah, lengan atau kaki, kesulitan berbicara atau memahami pembicaraan, sakit kepala parah atau pusing atau kehilangan keseimbangan.
Selain cacat fisik, 30-50% dari penderita stroke menderita depresi pasca stroke - ditandai dengan mudah marah, penurunan harga diri dan gangguan tidur. Dalam beberapa kasus, depresi dapat mengurangi motivasi dan memperburuk kondisi pasien.
Sebuah tes F.A.S.T yang sederhana juga dapat dilakukan di rumah untuk membantu mendeteksi gejala stroke secara dini.
F = Face (Wajah)
Minta orang tersebut untuk tersenyum. Apakah salah satu sisi wajahnya tidak terangkat?
A = Arm (Lengan)
Minta orang tersebut untuk mengangkat kedua lengannya. Apakah salah satu lengan jatuh ke bawah?
S = Speech (Bicara)
Minta orang itu untuk mengulangi kalimat sederhana. Apakah suaranya terdengar cadel atau aneh?
T = Time (Waktu)
Jika seseorang memiliki masalah mengikuti perintah di atas, maka jangan tunda lagi, bantuan medis harus segera dipanggil.
Diharapkan dengan mengetahui tiga hal tersebut, tindakan perawatan medis dapat segera dan tepat dilakukan, untuk dapat membantu penurunan tingkat kematian yang lebih rendah dan tingkat kecacatan dari stroke

Sumber : http://gayahidup.inilah.com/read/detail/1797474/ini-dia-gejala-awal-stroke-di-rumah

Kurang atau sedikit minum Air Putih.... Inilah Resikonya... !

share

duniabnovos.blogspot.com, Jakarta - Sebuah studi baru menyebutkan, orang sedekit atau kurang mengkonsumsi air putih per hari kemungkinan besar akan mengembangkan kondisi kadar gula darah tinggi yang memicu timbulnya penyakit diabetes. Benarkah ?

Dalam studi ini, para ilmuwan menemukan bahwa orang dewasa yang hanya minum setengah liter air, sekitar dua gelas atau kurang setiap hari lebih mungkin untuk mengalami peningkatan kadar gula darah dalam kisaran pra-diabetes jika dibandingkan orang yang minum lebih banyak air.

Tapi apakah hanya minum air akan mengurangi risiko masalah gula darah masih dipertanyakan. Sebuah hormon yang disebut vasopressin disebut-sebut memainkan peran penting dalam kaitan ini, menurut para peneliti.

Vasopressin yang juga dikenal sebagai hormon antidiuretik membantu mengatur retensi air tubuh. Ketika kita mengalami dehidrasi, kadar vasopresin naik, menyebabkan ginjal untuk menghemat air. Tetapi penelitian menunjukkan bahwa tingkat vasopressin lebih tinggi juga dapat meningkatkan gula darah.

Reseptor vasopressin terdapat dalam hati, organ yang bertanggung jawab untuk memproduksi glukosa (gula) dalam tubuh. Studi ini juga menemukan bahwa orang sehat yang disuntikkan vasopresin mengalami lonjakan gula darah sementara.

Seperti dikutip dari Reuters, temuan ini didasarkan studi terhadap 3.615 orang dewasa Prancis yang berusia antara 30 dan 65 tahun dan memiliki tingkat gula darah normal pada awalnya. Sekitar 19 persen mengatakan mereka minum kurang dari setengah liter air setiap hari, sedangkan sisanya minum sampai 1 liter atau lebih.

Selama sembilan tahun berikutnya, 565 peserta studi mengalami kadar gula darah tinggi yang abnormal dan sebanyak 202 partisipan mengalami diabetes tipe 2.

Ketika peneliti melihat risiko peserta sesuai dengan asupan air, mereka menemukan bahwa orang yang minum setidaknya 17 ons air per hari 28 persen berisoko lebih rendah mengembangkan gula darah tinggi jika dibandingkan mereka yang minum kurang dari jumlah tersebut.

Memang Tidak ada hubungan statistik yang kuat antara asupan air dan risiko diabetes, namun satu penjelasan untuk kaitan tersebut yakni sedikit minum air dan terlalu banyak minum minuman manis bisa menyebabkan kenaikan berat badan dan mengganggu sistem gula darah.

Wah! Mendengkur Ternyata Bisa Bakar Kalori, Lho..

share

Jakarta - Sebuah studi baru di Amerika menyebutkan bahwa mendengkur ternyata bisa membakar banyak kalori pada tubuh. Benarkah?

Berdasarkan sebuah penelitian yang dilakukan beberapa ilmuwan dari University of California, San Francisco, mengungkapkan, semakin keras seseorang mendengkur maka semakin banyak kalori yang terbakar saat tidur.
Mereka meyakini, dengkuran menyebabkan kerja sistem saraf semakin meningkat dan membakar sejumlah kalori.

Penelitian ini dilakukan terhadap 212 pasien yang sering mendengkur atau mengalami gangguan tidur apnea yaitu gangguan tidur dengan kesulitan bernafas.
Dari hasil penelitian ditemukan bahwa pasien yang mengalami masalah serius dengan dengkuran dapat membakar 2.000 kalori setiap hari meskipun mereka sedang tertidur. Sementara kalori yang terbakar pada mereka yang jarang sekali mendengkur hanya 1.626 per hari.

Meskipun mendengkur bisa membakar banyak kalori, namun para peneliti memperingatkan bahwa mendengkur bisa juga menyebabkan munculnya masalah lain.

Mendengkur yang biasanya muncul akibat kelelahan juga dapat menyebabkan menurunnya aktivitas secara fisik,” jelas Eric J Kezirian, pemimpin penelitian.

Sumber : http://gayahidup.inilah.com/read/detail/1775019/wah-mendengkur-ternyata-bisa-bakar-kalori-lho

Sabtu, 13 Februari 2010

Wanita Gemuk Riskan Terserang Kanker Ovarium

share


Minggu, 14 Februari 2010
Dikutip dari : Http://www.Kompas.com
Wanita Gemuk Riskan Terserang Kanker Ovarium.


PARA wanita perlu menjaga berat badan karena mereka yang memiliki berat badan berlebihan memiliki risiko terserang kanker indung telur (ovarium) lebih tinggi dibanding dengan wanita yang tidak mengalami obesitas (kegemukan).

Kanker ovarium merupakan penyebab kematian terbanyak dari semua jenis kanker ginekologi. Jenis kanker ini sulit diobati lebih awal karena pada stadium dini biasanya muncul hampir tanpa gejala. Meski demikian ada beberapa gejala yang perlu dicurigai sebagai kanker ovarium.

Pada stadium awal, gejala yang timbul berupa ganguan haid. Tetapi berbeda dengan kanker leher rahim yang bisa dideteksi dengan metode pap smear, maka belum ada cara untuk mendeteksi kanker ovarium.

Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti penyebab kanker ovarium. Meskipun demikian, faktor pemakaian obat secara berlebihan dicurigai dapat memicu munculnya kanker ovarium.

Selain itu, penggunaan obat-obat kesuburan dalam jangka waktu lama juga diduga dapat
meningkatkan risiko serangan penyakit tersebut. Faktor genetika bisa juga menjadi acuan karena sebanyak 10 persen penderitanya ternyata memiliki keluarga yang juga menderita kanker ovarium.

Kini, sebuah studi di Amerika Serikat (AS) mengaitkan kegemukan dengan peningkatan risiko munculnya kanker ovarium.

Studi itu melibatkan lebih dari 94.000 wanita berusia 51 hingga 71 tahun, yang dipantau selama lebih dari tujuh tahun. Hasil studi itu, seperti dikutip Reuters, menunjukkan bahwa wanita yang mengalami obesitas memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk terserang kanker ovarium.

Risiko itu meningkat pada wanita yang tidak pernah melakukan terapi pengganti hormon (HRT) selama masa menopause. Studi yang dilakukan sebelumnya mengaitkan hormon yang digunakan untuk mengurangi risiko kanker ovarium.

Di antara wanita yang tidak pernah melakukan HRT, mereka yang kegemukan memiliki risiko 83 persen lebih tinggi terserang kanker ovairum dibanding wanita dengan berat badan normal.

Penemuan yang dilaporkan dalam jurnal Cancer itu juga menunjukkan bahwa obesitas merupakan salah satu faktor penyebab kanker ovarium yang dapat dikendalikan.

Menurut kepala peneliti dalam studi itu, Dr Michael L Leitzman dari Lembaga Kanker Nasional Amerika Serikat (AS) di Bethesda, Maryland dan Universitas Regensburg di Jerman, hasil. studi itu memberikan satu lagi alasan bagi para wanita untuk menghindari kenaikan berat badan yang tidak sehat.

"Data kami menunjukkan bahwa mempertahankan berat badan yang sehat berkaitan dengan penurunan risiko perkembangan kanker ovarium," kata Leitzmann.

Belum jelas mengapa obesitas memiliki kontribusi terhadap kanker ovarium, tetapi mungkin hal itu berkaitan dengan efek lemak tubuh yang berlebihan terhadap kadar estrogen dalam tubuh seorang wanita, kata Leitzmann dan para mitranya.

Kenyataan bahwa risiko terserang kanker ovarium itu bergantung pada penggunaan HRT mendukung teori ini.

Studi itu juga menemukan kaitan antara obesitas pada usia 18 tahun dan peningkatan risiko terserang kanker ovarium pada usia lebih tua ?- sebuah kaitan yang bahkan lebih kuat dibanding kaitan antara kegemukan pada usia lebih lanjut dan kanker ovarium.

Berat badan pada usia remaja mungkin lebih relevan dengan kanker ovarium dibanding berat badan pada usia lebih lanjut.

Penelitian lain yang di lakukan para ilmuwan di AS juga menunjukkan bahwa perempuan yang mengalami obesitas lebih rentan terkena kanker ovarium ganas.

Obesitas memang meningkatkan risiko perkembangan beberapa jenis kanker, tetapi riset itu mengungkapkan bahwa jaringan lemak berpengaruh terhadap perkembangan tumor.

Menurut hasil penelitian yang dimuat dalam jurnal Cancer itu, sel lemak yang menghasilkan hormon atau protein membuat kanker ovarium berkembang lebih pesat.

Kepala penelitian, Dr Andrew Li mengatakan penelitian itu melibatkan 216 perempuan yang menderita kanker ovarium epithelial, jenis kanker ovarium yang paling banyak ditemui, atau sekitar 90 persen dari seluruh kasus.

Penelitian itu membandingkan 35 perempuan yang mengalami obesitas dengan 108 perempuan yang memiliki berat badan normal untuk melihat perbedaan signifikan dalam kemunculan kanker.

Ternyata, obesitas berpengaruh pada ketahanan tubuh. Mereka yang mengalami obesitas, sel kankernya bisa timbul lagi setelah melakukan pengobatan dan berisiko pada kematian.

Untuk mengenali kanker ovarium, The American Cancer Society mengumumkan hasil konsesus para ahli kanker tentang gejala kanker ovarium. Gejala tersebut antara lain bengkak-bengkak di tubuh, rasa sakit di bagian perut dan panggul,kehilangan napsu makan, sering buang air kecil dan nyeri saat bersenggama.

Sering buang air kecil terjadi jika jika tumor sudah menekan rektum atau kandung kemih. Dapat juga terjadi peregangan atau penekanan di daerah panggul yang menyebabkan nyeri.

Situs rumah sakit Kanker Dharmais menyebutkan pada stadium lanjut gejala yang terjadi berhubungan dengan asites (penimbunan cairan dalam rongga perut) penyebaran ke omentum (lemak perut) dan organ-organ di dalam rongga perut lain seperti usus dan hati. Gejala yang tampak, seperti perut membuncit, kembung, mual, gangguan nafsu makan, gangguan buang air besar dan buang air kecil.
Jika menemukan gejala tersebut, maka penderita harus segera ke dokter untuk pemeriksaan lanjutan guna mendeteksi kista atau pembesaran ovarium.

Pemeriksaan dianjurkan pada wanita yang memiliki faktor risiko tinggi, yakni wanita yang mendapat haid pertama lebih awal dan menopause lebih lambat, tidak pernah atau sulit hamil, ada riwayat kanker ovarium dalam keluarga, serta wanita penderita kanker payudara dan kanker usus.

Penderita kanker ovarium di Indonesia dilaporkan terus meningkat setiap tahun.

Kanker ovarium akan jauh lebih mudah disembuhkan bila keberadaanya diketahui pada tahap awal pertumbuhan.

Template by:

Free Blog Templates